5 Kata yang Penulisannya Sering Keliru



Walaupun saya bukan pakar bahasa Indonesia, namun saya memiliki perhatian terhadap tata bahasa Indonesia. Oleh karenanya, saya berusaha menulis sebaik mungkin dan sesuai ejaan yang disempurnakan (EYD).
Dari apa yang saya amati dalam kunjungan ke beberapa blog, saya sering membaca beberapa kata yang keliru dalam penulisannya. Kekeliruan ini mungkin karena ketidaktahuan sang blogger.
Di bawah ini adalah contoh kata-kata apa saja yang sering ditulis keliru dalam postingan.

1. Analisis

Sejumlah blogger sering menulis Analisa. Analisis berasal dari kata bahasa Inggris yaitu analysis. Dalam penyerapannya ke bahasa Indonesia, akhiran -ysis berubah menjadi -isis. Jadi, analysis diserap menjadi analisis. Tidak menjadi analisa.
Berikut arti analisis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):
ana·li·sis n 1 penyelidikan thd suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yg sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb); 2 Man penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yg tepat dan pemahaman arti keseluruhan; 3 Kim penyelidikan kimia dng menguraikan sesuatu untuk mengetahui zat bagiannya dsb; 4 penjabaran sesudah dikaji sebaik-baiknya; 5 pemecahan persoalan yg dimulai dng dugaan akan kebenarannya;

2. Sekadar

Kata ini sering ditulis menjadi sekedar. Mengapa sekedar salah? Ini karena tidak ada kata kedar. Yang ada alah kata kadar. Jadi, bila awalan se- ditambahkan kepada kata kadar, maka menjadi sekadar.
Arti sekadar menurut KBBI:
se·ka·dar adv 1 sesuai atau seimbang dng; menurut keadaan (kemungkinan, keperluan, dsb); sepadan (dng): ia berbicara ~ perlu dan pentingnya; 2 hanya untuk: ~ memperoleh ketepatan ejaan; semua itu ~ olok-olok; 3 seperlunya; seadanya: hal itu akan kuceritakan ~ nya

3. Silakan

Kata silakan sering dituliskan keliru menjadi silahkan. Mengapa silahkan keliru? Ini karena tidak ada kata silah, yang ada sila. Dengan demikian, kata sila ditambahi akhiran -kan menjadi silakan.
Dalam KBBI:
si·la v, si·la·kan v sudilah kiranya (kata perintah yg halus): – duduk; mem·per·si.la·kan v minta secara lebih hormat supaya

4.Praktik

Praktik sering keliru ditulis menjadi praktek. Mengapa? Bahasa Indonesia menyerap kata praktik dari bahasa Inggris yaitu practice.
Menurut KBBI:
prak·tik n 1 pelaksanaan secara nyata apa yg disebut dl teori: teorinya mudah, tetapi — nya sukar; 2 pelaksanaan pekerjaan (tt dokter, pengacara, dsb): — dokter dibuka mulai pukul 15.00; 3 perbuatan menerapkan teori (keyakinan dsb); pelaksanaan: aturan itu menemui kesukaran dl — nya;
kandang kerja praktik yg dilakukan di perusahaan peternakan (mencakup pengelolaan, perkandangan, pemberian makan, dsb);
ber·prak·tik v melakukan (melaksanakan) pekerjaan (tt dokter, pengacara, dsb): mereka ~ selama dua minggu; ia ~ sbg seorang astrolog;
mem·prak·tik·kan v melakukan (apa yg tsb dl teori, pelajaran, dsb); melaksanakan; menunaikan: ~ teori yg telah dipelajarinya; ~ ajaran Budha

5. Mengubah

Kata ini sering keliru dituliskannya menjadi merubah atau merobah. Mengapa keliru? Kata dasar mengubah adalah ubah.
Bila awalan me- digabungkan dengan kata dasar yang diawali huruf vokal (a, i, u, e, dan o) berubah menjadi meng-. Jadi, me- + ubah = mengubah.
Menurut KBBI:
meng·ubah v 1 menjadikan lain dr semula: timbul niatnya untuk ~ kebiasaan yg buruk itu; 2 menukar bentuk (warna, rupa, dsb): operasi telah ~ hidungnya yg pesek menjadi agak mancung;; 3 mengatur kembali: ~ susunan kalimat; ~ kata mengingkari janji;
Apakah Anda termasuk yang sering keliru dalam menulis kelima kata di atas?



sumber: Blog Dolar
Previous
Next Post »
0 Komentar